Ketika apa yang ku rasakan menjadi sebuah pikiran dan ketika apa yang ku pikirkan menjadi sebuah tulisan - Finansia Fahmi
   

(¯`*•.¸,¤°´`°¤,¸.•*´¯)

Selasa, 04 Desember 2012

Terimakasih Mimpi

Dear you,
Rindu itu selalu datang ketika aku belum mempersiapkan apapun. Apapun yang aku butuhkan untuk menghadapinya. Pernah suatu saat, mimpi datang lima kali berturut-turut tanpa jeda setelah sebelumnya tiga kali berturut-turut ia datang menyapa tanpa diminta. Dengan mimpi saja aku bisa bertemu denganmu tanpa harus memintamu menemuiku.
Keraguan kadang datang ketika ada oranglain ikut peran dalam suatu ketakutan. Bukan ketakutan akan kehilanganmu tetapi ketakutan kehilangan kepercayaan padamu. Tetapi semua keraguanku, ketakutanku dan apapun itu hilang ketika mimpi mengundang kita untuk saling bicara tentang perasaan. Iya, kau meyakinkanku. Meyakinkan keraguanku. dan kemudian menyempurnakan keyakinanku.
Entah bagaimana aku memberitahukan ini padamu. Mungkin kau tidak akan percaya. Tetapi ini nyata. Mimpi selalu mempertemukan aku denganmu. Rasanya jarak bukan lagi penghalang tetapi malah jadi kekuatan. Keraguan juga bukan lagi jadi suatu kematian perasaan tetapi menjadi suatu kehidupan kepercayaan. Dan yang pasti aku makin percaya bahwa suatu saat nanti ini akan menjadi nyata bukan sekedar mimpi belaka.
Dan sekarang, aku percaya sepenuhnya padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar