Ketika apa yang ku rasakan menjadi sebuah pikiran dan ketika apa yang ku pikirkan menjadi sebuah tulisan - Finansia Fahmi
   

(¯`*•.¸,¤°´`°¤,¸.•*´¯)

Jumat, 16 September 2011

Jika

Jika DERITA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dijalani dengan sepedih hati ?
Sedang KETEGARAN akan lebih indah dikenang nanti

Jika KESEDIHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa tidak dinikmati saja ?
Sedang RATAP TANGIS tak akan mengubah apa-apa

Jika LUKA dan KECEWA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa ?
Sedang KETABAHAN dan KESABARAN adalah lebih utama

Jika KEBENCIAN dan KEMARAHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti diumbar sepuas jiwa ?
Sedang MENAHAN DIRI adalah lebih berpahala

Jika KESALAHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti tenggelam didalamnya ?
Sedang TAUBAT itu lebih utama

Jika HARTA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri ?
Sedang KEDERMAWANAN justru akan melipat gandakannya

Jika KEPANDAIAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti membusungkan dada dan membuat KERUSAKAN di dunia ?
Sedang dengannya manusia diminta MEMIMPIN dunia agar SEJAHTERA

Jika CINTA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti ingin memiliki dan slalu bersama ?
Sedang MEMBERI akan lebih banyak menuai arti

Jika BAHAGIA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dirasakan sendiri ?
Sedang BERBAGI akan membuatnya lebih bermakna

Jika HIDUP akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka ?
Sedang begitu banyak KEBAIKAN bisa diciptakan

Suatu hari nanti saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin ada diantara mereka yang duduk diatas permadani
Sambil bercengkrama dan bercerita tentang apa yang telah di lakukannya di masa lalu hingga mereka mendapatkan anugrah itu (SURGA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar